Rabu, 18 November 2009

Perluas Segmen Pasar Tembakau dengan Lelang

selasa 4 agustus 2009.
BANTUL, KOMPAS.com - Stagnasi pasar komoditas tembakau membuat Pemerintah Desa Selopamioro, Imogiri, Bantul mengambil langkah terobosan dengan menggelar lelang di pendopo desa, Selasa (4/8). Sejumlah pembeli dari berbagai kota termasuk perwakilan Tarumartani sengaja dihadirkan agar nilai transaksinya maksimal.

Lurah Desa Selopamioro, Sukro Nur Harjono mengatakan, selama ini petani hanya pasrah dengan hasil penjualan mereka. Penjualan mengandalkan pedagang lokal yang kemudian di teruskan ke pasar-pasar tradisional. Belum satu pun pabrik rokok atau pedagang besar yang mau memborong tembakau petani.

Tembakau seharusnya menjadi perhatian pemerintah seperti halnya komoditas lain seperti bawang merah, cabai, dan padi. "Kami mengusulkan supaya dibangun gudang untuk penyimpanan sehingga sistem tunda jual bisa dilaksanakan. Tujuannya supaya harga tembakau membaik," katanya.

Di Selopamioro terdapat 50 pedagang tembakau. Mereka membeli dari sekitar 4.200 petani yang menanam tembakau di lahan sekitar 350 hektar. Pedagang menjual tembakau seharga Rp 10.000-Rp 25.000 tergantung kualitasnya. Untuk memperoleh 1 Kg tembakau kering butuh sekitar 10 Kg tembakau basah.

Sadiyem (60) salah seorang pedagang mengatakan biasa menjual tembakau di Pasar Jejeran Pleret. Dalam sehari bisa laku 5-10 Kg. Pembelinya hanya penduduk sekitar, terutama kalangan petani. Tembakau itu untuk mereka konsumsi dengan dibalit kertas cigaret.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar